Sabtu, 05 Mei 2012

Word to my God


    Seandainya di bumi disediakan pos surat untuk Tuhan,aku ingin menulis surat setiap hari untuk Tuhan.Banyak yang ingin aku ceritakan denganNya meskipun Tuhan udah tahu terlebih dahulu apa yang bakalan aku ceritakan.Tapi aku tetap mau ngirim surat setiap harinya,supaya Tuhan baca tulisanku,dn aku ingin Tuhan membalas surtuku agar aku percaya Tuhan memng ada.Aku memang hidup,tapi aku seperti mati.Aku mati didalam kehidupan.Tuhan memberikanku nyawa dan udara sejuk yang aku hirup setiap harinya.Aku sangat menikmati hal itu,udara mendinginkanku,mengelus lembut wajahku dan membisikkan nada indah di telingaku.Aku tahu Tuhan baik,aku tahu Tuhan yang berikan itu semua untuk aku dan itu salah satunya aku percaya Tuhan ga akan membiarkan aku meneteskan air mata. Tuhan...aku mungkin tidak sanggup bertatap muka denganMu,mungkin aku tida tahu apa isi surat yang Engkau balas untukku.Tuhan…aku ingin berbagi cerita,Tuhan pernah bilang bahwa aku haram bertatap muka dengan lawan jenisku,Tuhan juga bilang haram untukku bersentuhan dengan mereka.Tapi kenapa Tuhan memberikanku perasaan?,kenapa Tuhan membiarkan aku terbawa oleh perasaan itu?,perasaan itu indah Tuhan,perasaan itu perasaan sayang.Rasa sayang itu Tuhan yang kasi ke aku kan?iya kan Tuhan?
Aku pernah bertanya:
“Apa Tuhan saat ini sedang marah?”
“apa Tuhan akan menghukumku jika perasaan itu tidak hilang?”
Aku rasa tidak,Tuhan ga bakal menghukumku,itu bukan hukuman tapi ujian.Tuhan Cuma ingin menguji perasaanku.Tuhan memberikan perasaan agar aku bias menjaganya dengan baik dan tidak melewati batas,Tuhan memberiku perasaan indah sehingga aku bangga memiliki perasaan ini,tapi untuk siapa? Aku tidak tahu pasti untuk siapa.Yang aku tahu untuk seseorang yang dberikan perasaan oleh Tuhan yang sama seperti aku.Dan tugasku hanya mencoba menyatukan perasaan-perasaan itu untuk membanguk keindahan dan Tuhan melihat dari kejauhan denga tersenyum.Makasih Tuhan…perasaan ini indah,aku harap Tuhan baca tulisan aku ini,aku tahu Tuhan sudah melihat tulisan ini tapi belum membacanya karena Tuhan sudah tahu isinya.Aku tahu Tuhan tersenyum karna bangga aku bias menjaga perasaan ini dengan baik,Tuhan…aku minta dekatkan perasaan ini dengan orang yang dituju,Tuhan tau kan siapa orangnya?,aku tahu Tuhan gabakalan cerita dengan siapa-siapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar