Tidak mudah
membuka hati untuk kesekian kalinya setelah banyak hal yang tidak dapat aku
pahami.Mulai menyusun hati yang semakin rapuh dihantam masa lalu.Seolah kamu
seperti malaikat yang membantu menyusun semuanya.Aku tidak ingin terlalu
menggebu mengartikan setiap gerik yang kamu perlihatkan.Tapi tak dapat
dihindarkan saat itu juga aku mulai menyukaimu.Bisakah aku mempertahankan
perasaan ini agar tidak mengalir deras?.
Sebenarnya aku tak perlu setakut ini
untuk merasakan cinta,hanya saja aku belum siap untuk mengulang rasa kecewa yang
siap merapuhkanku.Perhatian yang kauselipkan lewat pesan singkat membawaku
keperasaan yang lebih jauh lagi:cinta.
Aku semakin punya alasan untuk
mencintaimu lebih dalam.Semua yang kuharap dari sosok pria ada pada
dirimu.Bukan kesempurnaan yang aku tuntut padamu,tapi hanya ingin perasaan ini
berbalas.Apa aku salah?,seharusnya aku sadar bahwa mencitaimu akan meyeretku
kelembah yang sama:kekecewaan.Tapi kali ini aku ingin membuktikan bahwa ini
hanya imajinasi dari ketakutanku saja.
Entah berapa lama aku harus menunggu
ungkapan yang selalu aku nanti-nantikan.Aku ingin mencoba menghapus
lukamu,memberikan warna didalam hidupmu yang belum pernah kau rasakan
sebelumnya.Sungguh,cinta ini tulus.Apakah aku memiliki kesempatan untuk kau
jadikan yang spesial?,atau hanya sebatas persinggahan?.
Aku berusaha menjadi pendengar yang baik
untukmu,selalu ingin memahami ceritamu disetiap kata yang kau lanturkan
padaku.Tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalumu jika aku diizinkan untuk
mengisi hati kosongmu.Selalu ingin menjadikanmu satu-satunya pria asing yang
kucinta.Lagi-lagi ini imajinasi tinggiku.
Perhatian yang kutunjukkan seolah sudah
biasa bagimu,tak kaumaknai istimewa seperti yang kuharap.Perjuangan untuk
menjadikanmu seutuhnya seperti tidak kau rasakan.Kaubiarkan aku mencintai
bayanganmu,menghempaskanku kedalam rasa pahit.Tak ingin rasanya melepasmu dan
merelakan kaujatuh cinta dengan yang lain.Aku mulai egois untuk memaksamu tidak
membuka hati pada siapapun kecuali aku.Tapi apa kumampu?.Aku bukan Tuhan yang
dapat menciptakan keadilan,tentu Tuhan sudah punya jalan untukku.Apakah aku
harus terus memperjuangkanmu,atau berhenti disini dengan hati hampa.
Kini aku kembali bercermin dari masa
lalu,seharusnya aku melepaskanmu.Melepaskan bukan karena aku lelah,tetapi
karena aku mencintaimu.Keegoisan ini hanya akan menyiksaku dan tentunya kamu
juga.Biarlah aku memeluk bayanganmu erat tanpa tahu kapan aku dapat memeluk
yang nyata.Mencintaimu kujadikan pacuan hidup untuk terus mencintai tanpa
henti,untuk terus memperjuangkan apa yang semestinya kuperjuangkan.Mencintaimu
bukan kesalahan,tetapi sebuah pembelajaran untukku agar menjadi sosok yang
kuat.Aku membebaskanmu dengan cinta yang penuh,melepaskanmu untuk mendapat apa
yang kaumau.Meski tanpaku.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------